Aplikasi Cerdas Aditif Pakan Baru-Gliserol Monolaurat dalam Akuakultur
Dalam beberapa tahun terakhir, gliserida MCFA, sebagai jenis baru aditif pakan, telah menerima perhatian luas karena kinerja antibakterinya yang tinggi dan efek menguntungkannya pada kesehatan usus.Gliserol monolaurat (GML) adalah monoester MCFA nutrisi yang terdapat dalam ASI dan minyak kelapa. FDA telah menyetujui bahwa monoester ini umumnya dianggap aman bila digunakan dalam rentang dosis 10 hingga 2000 mg/kg dalam berbagai produk. Selain efek antibakteri dan antivirusnya, monoester ini juga memiliki sifat pengemulsi.
Gliserol Monolaurat(CASNo:142-18-7)
Nama:Gliserol Monolaurat
Nama lain:Monolaurin atau GML
Frumus:C15H30O4
berat molekul:274.21
kelarutan:Sedikit larut dalam airdan gliserol,larut dalam metanol, etano
Penampilan:Padatan berwarna putih atau kuning muda
GML memiliki kemampuan untuk bertahan di saluran pencernaan untuk waktu yang lebih lama dan meningkatkan fungsi usus, yang berarti bahwa GML dapat secara langsung memengaruhi mikrobioma usus, membantu tubuh memanen nutrisi yang tidak dapat diserap dan pada akhirnya meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap energi.
Hingga saat ini, efek pemacu pertumbuhan dan imunomodulator monogliserida pada unggas telah dipelajari secara mendalam untuk meningkatkan laju produksi telur, efisiensi pakan, kualitas telur segar, dan nilai gizi unggas. Selain itu, GML juga memiliki efek pemacu kesehatan serta aktivitas antiinflamasi dan antibakteri yang kuat.
Pengaruh Pakan Monogliserida Laurat (GML) terhadap Performa Pertumbuhan, Enzim Pencernaan, Komposisi Tubuh dan Respon Imun Non-Spesifik Udang Litopenaeus vannamei
2. Udang yang digunakan dalam penelitian diberi empat jenis pakan berbeda, masing-masing dengan penambahan GML sebesar 0, 350, 700, dan 1050 mg/kg. Percobaan berlangsung selama 60 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa GML 700 dan 1050 mg/kg secara nyata meningkatkan kinerja pertumbuhan, aktivitas lipase dan protease usus, sedangkan penambahan GML 1050 mg/kg pada pakan meningkatkan lipid serum dan lipid kasar sistemik.
Aktivitas lipase dan protease usus menunjukkan tren peningkatan seiring dengan perubahan kadar GML, dan kelompok GML pada dosis 700 dan 1050 mg/kg secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol (P < 0,05). Sementara itu, berbagai kadar GML tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas enzim pencernaan di hepatopankreas.
Lebih jauh lagi, bila GML ditambahkan ke dalam pakan pada konsentrasi 350 dan 700 mg/kg, maka kekebalan udang akan meningkat dengan memperbaiki status antioksidan dan antibakterinya.
Potensi GML rendah sebagai aditif pakan untuk meningkatkan pertumbuhan, aktivitas enzim pencernaan, dan imunitas non-spesifik udang putih. Berdasarkan hasil penelitian, dosis suplemen pakan 700 dan 1050 mg/kg GML secara signifikan meningkatkan kinerja pertumbuhan udang putih dari Amerika Selatan karena peningkatan aktivitas lipase dan protease usus.
Waktu posting: 16-Jun-2025

