L-karnitinAsam lemak rantai panjang, juga dikenal sebagai vitamin BT, adalah nutrisi mirip vitamin yang secara alami terdapat pada hewan. Dalam industri pakan ternak, asam lemak rantai panjang telah banyak digunakan sebagai aditif pakan penting selama beberapa dekade. Fungsi utamanya adalah bertindak sebagai "kendaraan pengangkut," mengantarkan asam lemak rantai panjang ke mitokondria untuk oksidasi dan dekomposisi, sehingga menghasilkan energi.
Berikut ini adalah aplikasi dan peran utama L-karnitin dalam berbagai pakan ternak:
1. Aplikasi dalampakan ternak dan unggas.
- Peningkatan kinerja pertumbuhan pada pakan babi: Penambahan L-karnitin pada pakan anak babi dan babi yang sedang tumbuh dan digemukkan dapat meningkatkan pertambahan berat badan harian dan rasio konversi pakan. Hal ini menghemat protein dengan mendorong pemanfaatan lemak, membuat hewan tumbuh lebih ramping dan memiliki kualitas daging yang lebih baik.
- Meningkatkan kinerja reproduksi induk babi: Induk babi cadangan: mendorong estrus dan meningkatkan tingkat ovulasi. Induk babi hamil dan menyusui: membantu mengatur lemak tubuh, mengurangi penurunan berat badan selama menyusui, meningkatkan produksi susu, sehingga meningkatkan berat badan anak babi saat disapih dan tingkat kelangsungan hidup. Pada saat yang sama, membantu memperpendek interval estrus setelah penyapihan.
- Meredakan stres: Dalam kondisi stres seperti penyapihan, penghentian penyapihan, dan suhu tinggi, L-karnitin dapat membantu hewan memanfaatkan energi secara lebih efektif, menjaga kesehatan dan produktivitas.
2. Pakan unggas (ayam, bebek, dll.) untukbebek pedaging/ayam pedaging:
- Meningkatkan pertambahan berat badan dan efisiensi pakan: mendorong metabolisme lemak, mengurangi penumpukan lemak perut, meningkatkan persentase otot dada dan produksi otot kaki.
- Meningkatkan kualitas daging: mengurangi kadar lemak dan meningkatkan kadar protein. Ayam petelur/unggas: meningkatkan tingkat produksi telur: menyediakan lebih banyak energi untuk perkembangan folikel.
- Meningkatkan kualitas telur: dapat meningkatkan berat telur dan meningkatkan tingkat pembuahan dan penetasan telur tetas.
II. Aplikasi dalam pakan akuatik:
Efek penerapan L-karnitin dalam akuakultur sangat signifikan, karena ikan (terutama ikan karnivora) sebagian besar bergantung pada lemak dan protein sebagai sumber energi.
Meningkatkan pertumbuhan: secara signifikan meningkatkan laju pertumbuhan dan pertambahan berat badan ikan dan udang.
- Meningkatkan bentuk tubuh dan kualitas daging: mendorong pengendapan protein, menghambat penumpukan lemak berlebihan di tubuh dan hati, membuat ikan memiliki bentuk tubuh yang lebih baik, hasil daging yang lebih tinggi, dan secara efektif mencegah penyakit hati berlemak.
- Penghematan protein: Dengan memanfaatkan lemak secara efisien sebagai sumber energi, mengurangi penggunaan protein untuk konsumsi energi, sehingga menurunkan kadar protein dalam pakan dan menghemat biaya.
- Meningkatkan performa reproduksi: Meningkatkan perkembangan gonad dan kualitas sperma ikan induk.
III. Aplikasi dalam pakan hewan peliharaan
- Pengelolaan berat badan: Untuk hewan peliharaan yang obesitas, L-karnitin dapat membantu mereka membakar lemak lebih efektif dan sangat umum digunakan dalam diet penurunan berat badan.
- Meningkatkan fungsi jantung: Kardiomiosit terutama bergantung pada asam lemak untuk pasokan energi, dan L-karnitin sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan umumnya digunakan sebagai terapi tambahan untuk kardiomiopati dilatasi pada anjing.
- Meningkatkan daya tahan saat berolahraga: Bagi anjing pekerja, anjing balap, atau hewan peliharaan yang aktif, ini dapat meningkatkan performa atletik dan ketahanan terhadap kelelahan.
- Mendukung kesehatan hati: meningkatkan metabolisme lemak hati dan mencegah penumpukan lemak di hati.
IV. Ringkasan mekanisme kerja:
- Inti dari metabolisme energi: sebagai pembawa, ia mengangkut asam lemak rantai panjang dari sitoplasma ke matriks mitokondria untuk beta oksidasi, yang merupakan langkah kunci dalam konversi lemak menjadi energi.
- Mengatur rasio CoA/asetil CoA di mitokondria: membantu menghilangkan kelebihan gugus asetil yang dihasilkan selama proses metabolisme dan menjaga fungsi metabolisme mitokondria tetap normal.
- Efek penghematan protein: Ketika lemak dapat dimanfaatkan secara efisien, protein dapat lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan otot dan perbaikan jaringan, daripada dipecah untuk energi.
V. Tambahkan tindakan pencegahan:
- Jumlah penambahan: Diperlukan desain yang akurat berdasarkan spesies hewan, tahap pertumbuhan, status fisiologis, dan tujuan produksi, dan bukan berarti semakin banyak semakin baik. Jumlah penambahan yang biasa diberikan adalah antara 50-500 gram per ton pakan.
- Efektivitas biaya: L-karnitin adalah aditif yang relatif mahal, oleh karena itu pengembalian ekonominya dalam sistem produksi tertentu perlu dievaluasi.
- Sinergi dengan nutrisi lain: Ia memiliki efek sinergis dengan betaine, kolin, vitamin tertentu, dll., dan dapat dipertimbangkan bersama dalam desain formula.
VI. Kesimpulan:
- L-karnitin adalah aditif pakan nutrisi yang aman dan efektif. Zat ini memainkan peran yang tak tergantikan dalam meningkatkan performa pertumbuhan hewan, meningkatkan kualitas karkas, meningkatkan kapasitas reproduksi, dan menjaga kesehatan dengan mengoptimalkan metabolisme energi.
- Dalam budidaya perikanan modern yang intensif dan efisien, penggunaan L-karnitin secara rasional merupakan salah satu cara penting untuk mencapai nutrisi yang tepat dan mengurangi biaya sekaligus meningkatkan efisiensi.
Trimetilamina hidrokloridaSenyawa ini terutama digunakan sebagai pereaksi alkali dalam reaksi kuaternisasi sintesis L-karnitin, untuk menyesuaikan nilai pH sistem reaksi, mendorong pemisahan epiklorohidrin, dan memfasilitasi reaksi sianida selanjutnya.

Peran dalam proses sintesis:
Penyesuaian pH: Selama tahap reaksi kuaternisasi,trimetilamina hidrokloridaMelepaskan molekul amonia untuk menetralkan zat asam yang dihasilkan oleh reaksi, menjaga stabilitas pH sistem dan mencegah zat basa berlebih memengaruhi efisiensi reaksi.
Meningkatkan Resolusi: Sebagai pereaksi basa, trimetilamina hidroklorida dapat mempercepat resolusi enantiomer epiklorohidrin dan meningkatkan hasil produk target L-karnitin.
Dengan mengendalikan produk samping: Dengan menyesuaikan kondisi reaksi, pembentukan produk samping seperti L-karnitin dikurangi, sehingga menyederhanakan langkah pemurnian selanjutnya.
Waktu posting: 19 November 2025


