Betainemerupakan aditif fungsional penting dalam akuakultur, yang banyak digunakan dalam pakan hewan air seperti ikan dan udang karena sifat kimia dan fungsi fisiologisnya yang unik.
Betainememiliki berbagai fungsi dalam budidaya perikanan, terutama meliputi:
Menarik perhatian makanan
Mendorong pertumbuhan
Meningkatkan pemanfaatan pakan
Meningkatkan kekebalan tubuh.
1. Daya tarik makanan
- Meningkatkan keinginan makan:
Betaine memiliki rasa manis dan segar yang mirip dengan asam amino, yang dapat secara efektif merangsang indra penciuman dan pengecap hewan air, secara signifikan meningkatkan cita rasa pakan, dan mendorong asupan makanan.
- Mempersingkat waktu pemberian makan:
Terutama pada tahap juvenil atau saat mengalami stres lingkungan (seperti suhu tinggi, kadar oksigen terlarut rendah), betaine dapat membantu hewan beradaptasi dengan pakan lebih cepat.
2. Mendorong pertumbuhan
- Meningkatkan pemanfaatan pakan:
Betaine mendorong sekresi enzim pencernaan, meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi seperti protein dan lemak, serta mempercepat pertumbuhan.
- Konservasi protein:
Sebagai donor metil, betaine berpartisipasi dalam metabolisme dalam tubuh, mengurangi konsumsi asam amino esensial (seperti metionin) dan secara tidak langsung menurunkan biaya pakan.
3. Mengatur osmotik
- Tekanan untuk melawan stres garam:
Betaine dapat membantu ikan dan udang menjaga keseimbangan tekanan osmotik sel dalam lingkungan dengan kadar garam tinggi atau rendah, mengurangi konsumsi energi untuk regulasi osmotik, dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.
- Meredakan stres lingkungan:
Betaine dapat meningkatkan toleransi hewan terhadap kondisi stres seperti perubahan suhu yang tiba-tiba dan penurunan kualitas air.
4. Meningkatkan kesehatan tubuh
- Lindungi hati:
BetaineMeningkatkan metabolisme lemak, mengurangi penumpukan lemak di hati, dan mencegah penyakit akibat kekurangan gizi seperti perlemakan hati.
- Meningkatkan fungsi usus:
Menjaga keutuhan mukosa usus, mendorong pertumbuhan bakteri baik, dan mengurangi risiko peradangan usus.
5. Antioksidan dan tahan terhadap stres
- Penangkapan radikal bebas:
Betaine memiliki kapasitas antioksidan tertentu dan dapat mengurangi kerusakan akibat stres oksidatif pada sel.
- Mengurangi respons stres:
Penambahan betaine selama transportasi, pengumpulan hewan, atau terjadinya penyakit dapat mengurangi terhentinya pertumbuhan atau kematian pada hewan yang disebabkan oleh stres.
6. Meningkatkan kekebalan tubuh
- Meningkatkan indikator kekebalan tubuh:
Penelitian menunjukkan bahwa betaine dapat meningkatkan aktivitas lisozim dan kadar imunoglobulin dalam darah ikan dan udang, sehingga meningkatkan daya tahan mereka terhadap patogen.
Betaine dapat meningkatkan kekebalan tubuh hewan air dan mengurangi reaksi stres.
Penambahan betaine pada pakan akuatik dapat secara efektif menahan dampak perubahan suhu dan kualitas air yang tiba-tiba pada hewan akuatik, serta meningkatkan kemampuan kekebalan dan respons stres mereka.
Sebagai contoh, penambahan betaine dapat secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup belut dan aktivitas protease, amilase, dan lipase di hati dan pankreas.
7. Mengganti beberapa antibiotik
- Ramah lingkungan dan aman:
Betain, sebagai senyawa alami, tidak menimbulkan masalah residu dan dapat sebagian menggantikan antibiotik untuk meningkatkan pertumbuhan dan mencegah penyakit, yang sejalan dengan tren akuakultur ekologis.
- Saran aplikasi:
Dosis tambahan: biasanya 0,1% -0,5% dari pakan, disesuaikan menurut varietas ternak, tahap pertumbuhan, dan kondisi lingkungan.
- Kesesuaian:
Bila digunakan bersamaan dengan kolin, vitamin, dan lain-lain, dapat meningkatkan efeknya.
Ringkasan:
Betaine telah menjadi aditif penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya perikanan melalui berbagai efek seperti daya tarik makanan, peningkatan pertumbuhan, dan ketahanan terhadap stres.
Terutama dalam konteks budidaya perairan intensif dan meningkatnya persyaratan lingkungan, prospek penerapannya sangat luas.
Waktu posting: 17 April 2025


