1. Garam amonium kuaterner adalah senyawa yang terbentuk dengan mengganti keempat atom hidrogen dalam ion amonium dengan gugus alkil.
Mereka adalah surfaktan kationik dengan sifat bakterisida yang sangat baik, dan bagian efektif dari aktivitas bakterisidanya adalah gugus kationik yang terbentuk dari kombinasi akar organik dan atom nitrogen.
2. Sejak tahun 1935, ketika Jerman menemukan efek bakterisida dari gasifikasi alkil dimetil amonium, mereka menggunakannya untuk merawat seragam militer guna mencegah infeksi luka. Penelitian tentang bahan antibakteri garam amonium kuaterner selalu menjadi fokus perhatian para peneliti. Bahan antibakteri yang dibuat dengan garam amonium kuaterner memiliki sifat antibakteri yang baik dan dapat digunakan secara luas di banyak bidang seperti kedokteran, pengolahan air, dan makanan.
3. Fungsi garam amonium kuaterner meliputi:
Fungisida pertanian, disinfektan tempat umum, disinfektan air sirkulasi, disinfektan budidaya perikanan, disinfektan medis, disinfektan kandang ternak dan unggas, disinfektan pasang merah, disinfektan alga biru-hijau, dan bidang sterilisasi dan disinfeksi lainnya. Terutama garam amonium kuaterner Gemini memiliki efek bakterisida yang luar biasa dan biaya keseluruhan yang rendah.
Tetrabutilamonium bromida (TBAB), juga dikenal sebagai tetrabutilamonium bromida.
Ini adalah garam organik dengan rumus molekul C₁₆H₆36BrN.
Produk murni berupa kristal atau bubuk putih, dengan sifat mudah menguap dan bau khas. Stabil pada suhu ruang dan tekanan atmosfer. Larut dalam air, alkohol, dan aseton, sedikit larut dalam benzena.
CUmumnya digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik, katalis transfer fase, dan pereaksi pasangan ion.
Waktu posting: 02 Juli 2025
