Macrobrachium rosenbergii adalah spesies yang tersebar luas.udang air tawardengan nilai gizi tinggi dan permintaan pasar yang tinggi.
Cara pembiakan utamaUdang Rocheadalah sebagai berikut:
1. Budidaya tunggal: yaitu, hanya membudidayakan udang Roche di satu badan air dan tidak membudidayakan hewan air lainnya. Keuntungan dari model budidaya ini adalah pengelolaan yang sederhana dan keuntungan yang tinggi, tetapi kekurangannya adalah persyaratan kualitas air yang tinggi, mudahnya terjadi penyakit, dan predasi antar spesies.
2. Budidaya campuran: mengacu pada budidaya udang Roche dan hewan air lainnya seperti ikan, siput, kerang, dll. di badan air yang sama. Keuntungan dari model budidaya ini adalah memanfaatkan ruang berlapis-lapis di badan air, meningkatkan produktivitas air, meningkatkan sumber pendapatan, dan mengurangi persaingan dan predasi antar udang Roche, sehingga mengurangi terjadinya penyakit. Namun kekurangannya adalah pengelolaannya kompleks, dan perlu diperhatikan pemilihan dan proporsi spesies yang dibudidayakan untuk menghindari saling mempengaruhi dan perebutan makanan.
3. Budidaya rotasi tanaman: mengacu pada budidaya bergantian Procambarus clarkii dan hewan air lainnya di badan air yang sama sesuai dengan urutan waktu tertentu, seperti budidaya udang di sawah dan budidaya ikan di sawah. Keuntungan dari model budidaya ini adalah memanfaatkan sepenuhnya perubahan musim di badan air, mencapai manfaat ganda untuk produk perairan dan tanaman, sekaligus meningkatkan lingkungan ekologis badan air dan mengurangi terjadinya penyakit. Namun kekurangannya adalah perlunya memperhatikan pengaturan siklus pembiakan untuk menghindari saling gangguan dan pengaruh antara produk perairan dan tanaman.
Keunggulan dan Tantangan Teknologi Budidaya Udang Roche:

1. Keunggulan teknologi budidaya udang Roche terutama meliputi hal-hal berikut:
Udang Roche merupakan produk perairan bernilai tinggi dengan nilai gizi tinggi dan permintaan pasar yang tinggi, yang dapat memberikan keuntungan ekonomi yang tinggi.
2. Udang Roche adalah hewan omnivora dengan jangkauan makanan yang luas, yang dapat memanfaatkan makanan alami dan umpan bernilai rendah di perairan untuk mengurangi biaya pembiakan.
3. Udang Roche adalah hewan yang sangat mudah beradaptasi dengan berbagai suhu dan salinitas lingkungan hidup, dan dapat dibudidayakan di berbagai badan air, sehingga meningkatkan fleksibilitas budidaya perikanan.
4. Udang Roche adalah hewan yang tumbuh cepat dengan siklus pertumbuhan pendek dan hasil panen tinggi, yang dapat mempersingkat siklus pembiakan dan meningkatkan efisiensi pembiakan.
5. Udang Roche merupakan hewan yang cocok untuk budidaya campuran dan pertanian rotasi tanaman, yang dapat melengkapi hewan air dan tanaman lain, meningkatkan produktivitas air, dan mencapai pengembangan budidaya perikanan dan pertanian yang terdiversifikasi.
Tantangan utama teknologi budidaya udang Roche meliputi hal-hal berikut:
1. Udang roche merupakan hewan yang memiliki persyaratan kualitas air yang tinggi, dan pertumbuhan serta perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kualitas air. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan pemantauan dan pengelolaan kualitas air untuk mencegah pencemaran dan penurunan kualitas air.
2. Udang Roche merupakan hewan yang rentan terhadap penyakit, memiliki imunitas rendah dan mudah terserang patogen seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Oleh karena itu, perlu diperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit untuk mengurangi kematian dan kerugian pada udang Roche.
3. Udang Roche merupakan hewan yang rentan terhadap predatorisme timbal balik, dengan perbedaan signifikan dalam rasio jenis kelamin dan ukuran tubuh, yang dapat menyebabkan persaingan dan serangan antar udang jantan. Oleh karena itu, perlu diperkuat pengendalian rasio jenis kelamin dan keseragaman ukuran tubuh untuk mengurangi konflik dan cedera antar udang Roche.
4. Udang Roche merupakan hewan yang dipengaruhi oleh fluktuasi pasar, dan harga serta permintaannya bervariasi tergantung musim dan wilayah. Oleh karena itu, perlu dilakukan investigasi dan analisis pasar yang lebih kuat, merumuskan skala dan tujuan budidaya yang rasional, serta menghindari ketidakseimbangan pasokan dan permintaan serta penurunan harga.
DMPT (Dimetil - β - Propionat Tiofena) memiliki keunggulan signifikan berikut dalam akuakultur, khususnya dalam budidaya udang:

1. Meningkatkan efisiensi pemberian pakan
DMPT secara signifikan meningkatkan frekuensi dan kecepatan pemberian pakan, mempersingkat waktu pemberian pakan, dan mengurangi pemborosan pakan dengan merangsang reseptor penciuman dan pengecap udang. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan DMPT pada pakan dapat meningkatkan tingkat pemanfaatan sekitar 25% -30% dan mengurangi risiko pencemaran air.
Mendorong pertumbuhan dan pergantian kulit.
2. DMPT dapat mempercepat siklus pergantian kulit udang dan memperpendek siklus pertumbuhan. Sementara itu, struktur yang mengandung sulfur dapat meningkatkan metabolisme asam amino, meningkatkan pemanfaatan asam amino, dan lebih meningkatkan efisiensi pertumbuhan.
3. Meningkatkan kualitas daging dan nilai ekonominya.
4. DMPT dapat meningkatkan cita rasa daging udang, memberikan udang air tawar rasa segar dan manis yang mirip dengan udang laut, sehingga meningkatkan daya saing pasar.
5. Keselamatan dan Perlindungan Lingkungan.
6. Udang DMPT tidak beracun, memiliki residu rendah, dan memenuhi persyaratan budidaya perairan hijau.
Waktu posting: 11 Juli 2025